Kali ini saya tidak tahu harus berkata apa,karena mungkin sekarang dunia sudah banyak berubah. di jaman era modern seperti sekarang ini menjadikan orang-orang banyak yang menjalani gaya hidup konsumtif. Mungkin memang karena banyaknya produsen-produsen barang yang semakin marak mulai dari kualitas kw atau rendahan sampai kualitas ekslusif yang tentu harganya semakin menguras isi dompet,tabungan di bank atau celengan ayam di atas lemari di kamar kita. Tapi apa kita tau,atau pernah kita berfikir bahwa barang yang kita beli benar-benar barang yang sangat-sangat kita butuhkan? Jangan-jangan hanya korban pasar dari iklan atau film yang merayu kita agar bisa bergaya seperti dalam kotak bergambar itu. Tapi yang paling ironis adalah saat kita sudah merasa bahwa kita sangat-sangat ketinggalan jaman jika tidak mengikuti trend atau mode tersebut. Ayolah,apa kalian tidak merasa diperbudak. Ini dunia nyata,apa mereka akan tau jika kita mengunakan sabun mandi harga seribu rupiah yang jelas kegunaannya sama seperti sabun mandi yang harganya satu juta yang cuman buat bersihin daki atau kotoran di badan kita. Lucu ya.tapi itulah dunia modern,dimana orang yang pintar banyak yang dibodohi dan yang bodoh terus dibudayakan hanya untuk memaksimalkan isi lemari besi mereka. Pertanyaannya adalah sampai kapan kita akan dibodohi terus seperti ini? Hanya kita sendiri yang tau. Selama kita masih berpedoman terus pada sistem gaya konsumtif ya berarti kita harus siap juga pada harga yang harus kita bayar dari gaya hidup tersebut. Ketidak kontrolan kita pada apa yang kita lakukan sering membuat kita jatuh atau menyesal dikemudian hari. Jadi ga ada salahnya buat hidup apa adanya,bukan berarti kita pelit atau terlalu menghakimi diri sendiri. Mungkin ini lebih ke hidup wajar.wajar jika kita ingin memanjakan diri sendiri atau wajar kita cape-cape kerja dan kita ingin menikmati hasilnya dan Tentu saja dengan kontrol diri demi kualitas hidup dan kesejahteraan masa depan.bukankah tidak salah jika kita hidup dengan kualitas yang baik yang sesuai dengan kebutuhan diri kita sendiri.
kataku
Kamis, 13 Desember 2012
Rabu, 12 Desember 2012
PENDIDIKAN HANYA SEBUAH KERTAS ANGKA
Berbekal otak saja sepertinya tidak cukup untuk menggapai cita-cita,pendidikan sekarang mahal dan sedikit sekali yang gratis.walaupun mungkin saja ada yang gratis tetep ada birokrasi yang berbelit yang sepertinya sudah menjadi tata krama dinegeri ini. Kalau hanya materi teman untuk pendidikan,bayangkan berapa banyak imajinasi dan kreasi yang terbuang percuma.bukan tanpa alasan pernyataan ini keluar,kondisi sosial menjadi tolak ukur dinegeri ini.pincang memang,begitu banyak anak bangsa yang menjadi yatim-piatu akan ide-ide dan harapannya. Sepertinya umar bakri sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi walaupun dia tahu berapa banyak orang yang lahir dari hormon perubahan tapi tetap saja sistem individual ini telah merubah semua pandangan perspektif umum akan pendidikan untuk rakyat. Kemana lagi kita harus mencari bekal dunia jika ruang untuk belajar kini telah berpondasi rupiah dan berteraliskan kesenjangan sosial.tidak salah jika masa depan suram menjadi title akan nama belakang rakyat kita.ayolah jangan bercanda,ini negara yang kaya akan sumber materi. Kenapa materi yang menjadi sumber persoalan???
BERFIKIR PANJANG
tidak kah kalian berfikir bahwa semakin beratnya dari hari kehari karena himpitan ekonomi yang semakin mencekik. Dimana semakin sempitnya lahan pekerjaan bahkan untuk mencari sesendok nasi,sebatang rokok atau secangkir kopipun terasa sangat sulit.Dan yang sangat menyedihkan realitanya dimana ada pekerjaan disitu ada timbal balik yang tidak seimbang.mutualisme??? hah omong kosong.yang ada hanya monopoli kapitalisme yang semakin hari semakin gila untuk kita jalani. Bahkan bukan hanya sekedar semangat mencari pekerjaan,ijazah,relasi atau kemauan yang keras untuk bekerja.tapi uang yang dibutuhkan. Bagaimana mungkin seorang anak yang orang tuanya hanya seorang pedagang kecil,yang hasil dari dagangannya hanya cukup untuk membeli beras di berikan pilihan bekerja dengan harus memberikan imbalan berjuta-juta.ironis memang tp itulah realita yang ada.sepertinya dari hari kehari tidak pernah ada perubahan,percuma saja semua kita korbankan.mungkin dari kalian ada yang berkorban kepala,kaki,tangan, atau munkin perut? Jangan bercanda,ada orang yang berkorban harta,tenaga, pikiran bahkan nyawapun sepertinya percuma saja. Tidak ada perubahan,janji seorang pemenang pemilu pun cuman omong kosong. mari kita berfikir panjang kita asah semua kemampuan kita jangan malu untuk belajar sesuatu yang baru.dan yang terpenting berkreasi walaupun hasilnya hanya dipandang sebelah mata tapi itulah kita dan itulah proses. Semua orang pasti menginginkan hidup yang tentram,nyaman,aman,mapan dan damai. Untuk itulah mari difikir lagi,kita berkaca dari pengalaman menyedihkan yang sudah kita alami di negeri dunia ketiga ini.kita rubah semua,jangan malu atau malas untuk belajar. Tantukan langkah,jalani dan pertajam pedoman untuk menuju perubahan.
Selasa, 04 Desember 2012
Asing dalam wujud
Asing dalam wujud
Ketika mata
mulai melihat
Ada yang terdengar
yang tak pernah kita kenal sebelumnya
Lalu kita
bercakap begitu dekat
Begitu mesra
tanpa ada rahasia
Kitapun
memutih dan asing dalam wujud
Hanya yang
kita kenal yang mulai bicara
Apa yang
bisa kita siasati?
Karena kita
begitu asing dirumah sendiri
Langit desember
Langit desember
Langit
kelabu menemani sejauh pandangan
Kutitipkan
semua rindu pada awan yang mulai hilang
Lihatlah
bunga segar itu yang semakin dingin
Sepertinya
sangat merindukan hangatnya matahari
Desember ini
kusapu semua bayangan
Yang semakin
pudar oleh gerimis yang turun
Sentuhlah
kembali wahai matahari
Hangatkan
bunga itu dengan sinarmu yang ku rindu
Terkadang
Terkadang
dia menyesal
Terkadang
dia menangis
Namun
terkadang dia juga tertawa
Terkadang
dia menjerit
Terkadang
dia menanti
Namun
terkadang dia juga melupakan
Terkadang
Aku buatkan hujan
Ketika
kemarau tak mau lagi berganti
Akan
kubuatkan hujan untukmu
Tapi
sepertinya akan kubuatkan juga untuk ku
Agar kita
bisa bermain hujan bersama
Langganan:
Postingan (Atom)