Kamis, 13 Desember 2012

GAYA HIDUP MODERN

Kali ini saya tidak tahu harus berkata apa,karena mungkin sekarang dunia sudah banyak berubah. di jaman era modern seperti sekarang ini menjadikan orang-orang banyak yang menjalani gaya hidup konsumtif. Mungkin memang karena banyaknya produsen-produsen barang yang semakin marak mulai dari kualitas kw atau rendahan sampai kualitas ekslusif yang tentu harganya semakin menguras isi dompet,tabungan di bank atau celengan ayam di atas lemari di kamar kita. Tapi apa kita tau,atau pernah kita berfikir bahwa barang yang kita beli benar-benar barang yang sangat-sangat kita butuhkan? Jangan-jangan hanya korban pasar dari iklan atau film yang merayu kita agar bisa bergaya seperti dalam kotak bergambar itu. Tapi yang paling ironis adalah saat kita sudah merasa bahwa kita sangat-sangat ketinggalan jaman jika tidak mengikuti trend atau mode tersebut. Ayolah,apa kalian tidak merasa diperbudak. Ini dunia nyata,apa mereka akan tau jika kita mengunakan sabun mandi harga seribu rupiah yang jelas kegunaannya sama seperti sabun mandi yang harganya satu juta yang cuman buat bersihin daki atau kotoran di badan kita. Lucu ya.tapi itulah dunia modern,dimana orang yang pintar banyak yang dibodohi dan yang bodoh terus dibudayakan hanya untuk memaksimalkan isi lemari besi mereka. Pertanyaannya adalah sampai kapan kita akan dibodohi terus seperti ini?  Hanya kita sendiri yang tau. Selama kita masih berpedoman terus pada sistem gaya konsumtif ya berarti kita harus siap juga pada harga yang harus kita bayar dari gaya hidup tersebut. Ketidak kontrolan kita pada apa yang kita lakukan sering membuat kita jatuh atau menyesal dikemudian hari. Jadi ga ada salahnya buat hidup apa adanya,bukan berarti kita pelit atau terlalu menghakimi diri sendiri. Mungkin ini lebih ke hidup wajar.wajar jika kita ingin memanjakan diri sendiri atau wajar kita cape-cape kerja dan kita ingin menikmati hasilnya dan  Tentu saja dengan kontrol diri demi kualitas hidup dan kesejahteraan masa depan.bukankah tidak salah jika kita hidup dengan kualitas yang baik yang sesuai dengan kebutuhan diri kita sendiri.

Rabu, 12 Desember 2012

PENDIDIKAN HANYA SEBUAH KERTAS ANGKA

Berbekal otak saja sepertinya tidak cukup untuk menggapai cita-cita,pendidikan sekarang mahal dan sedikit sekali yang gratis.walaupun mungkin saja ada yang gratis tetep ada birokrasi yang berbelit yang sepertinya sudah menjadi tata krama dinegeri ini. Kalau hanya materi teman untuk pendidikan,bayangkan berapa banyak imajinasi dan kreasi yang terbuang percuma.bukan tanpa alasan pernyataan ini keluar,kondisi sosial menjadi tolak ukur dinegeri ini.pincang memang,begitu banyak anak bangsa yang menjadi yatim-piatu akan ide-ide dan harapannya. Sepertinya umar bakri sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi walaupun dia tahu berapa banyak orang yang lahir dari hormon perubahan tapi tetap saja sistem individual ini telah merubah semua pandangan perspektif umum akan pendidikan untuk rakyat. Kemana lagi kita harus mencari bekal dunia jika ruang untuk belajar kini telah berpondasi rupiah dan berteraliskan kesenjangan sosial.tidak salah jika masa depan suram menjadi title akan nama belakang rakyat kita.ayolah jangan bercanda,ini negara yang kaya akan sumber materi. Kenapa materi yang menjadi sumber persoalan???

BERFIKIR PANJANG

tidak kah kalian berfikir bahwa semakin beratnya dari hari kehari karena himpitan ekonomi yang semakin mencekik. Dimana semakin sempitnya lahan pekerjaan bahkan untuk mencari sesendok nasi,sebatang rokok atau secangkir kopipun terasa sangat sulit.Dan yang sangat menyedihkan realitanya dimana ada pekerjaan disitu ada timbal balik yang tidak seimbang.mutualisme??? hah omong kosong.yang ada hanya monopoli kapitalisme yang semakin hari semakin gila untuk kita jalani. Bahkan bukan hanya sekedar semangat mencari pekerjaan,ijazah,relasi atau kemauan yang keras untuk bekerja.tapi uang yang dibutuhkan. Bagaimana mungkin seorang anak yang orang tuanya hanya seorang pedagang kecil,yang hasil dari dagangannya hanya cukup untuk membeli beras di berikan pilihan bekerja dengan harus memberikan imbalan berjuta-juta.ironis memang tp itulah realita yang ada.sepertinya dari hari kehari tidak pernah ada perubahan,percuma saja semua kita korbankan.mungkin dari kalian ada yang berkorban kepala,kaki,tangan, atau munkin perut? Jangan bercanda,ada orang yang berkorban harta,tenaga, pikiran bahkan nyawapun sepertinya percuma saja. Tidak ada perubahan,janji seorang pemenang pemilu pun cuman omong kosong. mari kita berfikir panjang kita asah semua kemampuan kita jangan malu untuk belajar sesuatu yang baru.dan yang terpenting berkreasi walaupun hasilnya hanya dipandang sebelah mata tapi itulah kita dan itulah proses. Semua orang pasti menginginkan hidup yang tentram,nyaman,aman,mapan dan damai. Untuk itulah mari difikir lagi,kita berkaca dari pengalaman menyedihkan yang sudah kita alami di negeri dunia ketiga ini.kita rubah semua,jangan malu atau malas untuk belajar. Tantukan langkah,jalani dan pertajam pedoman untuk menuju perubahan.

Selasa, 04 Desember 2012

Asing dalam wujud


Asing dalam wujud
Ketika mata mulai melihat
Ada yang terdengar yang tak pernah kita kenal sebelumnya
Lalu kita bercakap begitu dekat
Begitu mesra tanpa ada rahasia

Kitapun memutih dan asing dalam wujud
Hanya yang kita kenal yang mulai bicara
Apa yang bisa kita siasati?
Karena kita begitu asing dirumah sendiri

Langit desember


Langit desember

Langit kelabu menemani sejauh pandangan
Kutitipkan semua rindu pada awan yang mulai hilang
Lihatlah bunga segar itu yang semakin dingin
Sepertinya sangat merindukan hangatnya matahari

Desember ini kusapu semua bayangan
Yang semakin pudar oleh gerimis yang turun
Sentuhlah kembali wahai matahari
Hangatkan bunga itu dengan sinarmu yang ku rindu

Terkadang




Terkadang dia menyesal
Terkadang dia menangis
Namun terkadang dia juga tertawa

Terkadang dia menjerit
Terkadang dia menanti
Namun terkadang dia juga melupakan

Terkadang


Aku buatkan hujan

Ketika kemarau tak mau lagi berganti
Akan kubuatkan hujan untukmu
Tapi sepertinya akan kubuatkan juga untuk ku
Agar kita bisa bermain hujan bersama