tidak kah kalian berfikir bahwa semakin beratnya dari hari kehari karena himpitan ekonomi yang semakin mencekik. Dimana semakin sempitnya lahan pekerjaan bahkan untuk mencari sesendok nasi,sebatang rokok atau secangkir kopipun terasa sangat sulit.Dan yang sangat menyedihkan realitanya dimana ada pekerjaan disitu ada timbal balik yang tidak seimbang.mutualisme??? hah omong kosong.yang ada hanya monopoli kapitalisme yang semakin hari semakin gila untuk kita jalani. Bahkan bukan hanya sekedar semangat mencari pekerjaan,ijazah,relasi atau kemauan yang keras untuk bekerja.tapi uang yang dibutuhkan. Bagaimana mungkin seorang anak yang orang tuanya hanya seorang pedagang kecil,yang hasil dari dagangannya hanya cukup untuk membeli beras di berikan pilihan bekerja dengan harus memberikan imbalan berjuta-juta.ironis memang tp itulah realita yang ada.sepertinya dari hari kehari tidak pernah ada perubahan,percuma saja semua kita korbankan.mungkin dari kalian ada yang berkorban kepala,kaki,tangan, atau munkin perut? Jangan bercanda,ada orang yang berkorban harta,tenaga, pikiran bahkan nyawapun sepertinya percuma saja. Tidak ada perubahan,janji seorang pemenang pemilu pun cuman omong kosong. mari kita berfikir panjang kita asah semua kemampuan kita jangan malu untuk belajar sesuatu yang baru.dan yang terpenting berkreasi walaupun hasilnya hanya dipandang sebelah mata tapi itulah kita dan itulah proses. Semua orang pasti menginginkan hidup yang tentram,nyaman,aman,mapan dan damai. Untuk itulah mari difikir lagi,kita berkaca dari pengalaman menyedihkan yang sudah kita alami di negeri dunia ketiga ini.kita rubah semua,jangan malu atau malas untuk belajar. Tantukan langkah,jalani dan pertajam pedoman untuk menuju perubahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar